Rabu, 17 Agustus 2011 | By: Qadhar Gultom

Thanks Mom!!

Bismillahi rahmanirrahim
tidak terasa usia ku sudah menginjak yang ke 20 tahun somoga dengan bertambahnya umur ini aku aku semakin dewasa, ini semua tidak lepas dari usaha seorang yang sangat besikukuh membela ku walau pun sudah jelas aku salah menyemangati aku kalau kadang aku tepuruk dengan suatu masalah beliau selalu meyakinkan ku akan sesuatu hal yang ga bisa aku lakukan pasti akan bisa kita selesaikan buktinya pas pertama kali aku mondok dan aku merasa bersalah karena ga bisa berprestasi sebagus di masa-masa SD dulu. dan saat itu aku minta pindah dan ga mau lagi mondok hanya karena aku beranggpan kalau semua ini diteruskan hanya akan mengahbisa kan uang karena saat itu aku sangat merasa bersalah karena nilai yang anjlok abisss.dengan senyuman ibu bilang "nak kamu pasti bisa " than ga terasa 6 tahun aku lewati juga di pondok alias sampai tamat dengan nilai yang bisa dibilang baguslah jika dibandignkan dengan teman-teman ku.
dan sekarang setelah aku lulus dari pondok itu aku merasa lebih tenang soalnya aku telah melewati masa-masa puberitas dengan aman tidak seperti kebanyakan remaja sekarang yang sudah merokok dan malah sudah berani melakukan hubungan suami istri tanpa status wah ..wah apa sebenarny yang ada dalam pikiran mereka.
Kadang aku berpikir ternyata orang kampung seperti saya bisa kuliah di kota besar sepeti bandung, karena aku sadar akantingkat keuangan keluarga kami sangatlah minim tapi aku tidak pernah merasakan tidak makan nasi sehari pun jadi masih ada makanan untuk dimakan alias keluarga ku berarti tidak miskin-miskin banget lah. ini penyebab seorang ibu yang ga rela anak nya putus sekolah walaupun ibuku hanya tamatan smep atau sejenis sltp itu pun ga selasai sampai kelas 3 wah alangkah sedihnya ibuku dulu padahal emangat beliau dulu untuk belajar sangat lah tinggi itu lah pemicu ibuku tidak pengen seperti dia putus sekolah gara - gara tidak ada biaya.ibu rela banting tulang siang malam siang ketika kami anaknya sedang asyik belajar ibu pergi ke sawah.Sepulangnya di rumah ibu pasti masak masakan yang paling enak di dunia ini menuruk kami para anaknya
itu berlangsung sampai saya anak terkecil berumur 17 tahun barulah ibu berhenti bekerja karena sakit keras aku sudah bilang sama ibu :ibu wahyu ga usah kuliah lagi mending wahyu kerja aja bu?: dengan semangat juangnya ibu bilang satu-satu nya anak yang pengen ibu kuliahkan cuman kamu nak!!
wah kalau ingat kata-kata ibu waktu itu aku pasti meneteskan air mata Dan tak terasa sudah 4 orang anaknya sudah jadi sarjana wah bagaimana tidak heran seorang yang biasa - biasa saja bia menyekolahkan anak nya sampai perguruan tinggi.
tetapi sekarang pas aku pengen ibu bisa melihat nanti kalau aku diwisuda malah ibu dipanggil sama Allah sedih tiada tara apalagi abangku gara-gara diwusuda nya di tunda tidak semoat ibuku melihatnya wah hal tersedih yang kami alami sekeluarga kenapa secepat itu ibu dipanggil ya Allah ??? kenapa??? kenapa??
lambat laun akhirnya kami berusaha mengikhlaskan kpergian ibu walaupun tidak gampang??
sudah sungguh amat susah tapi inilah hidup setiap kita nantinya pasti akan memenuhi panggilan Allah SWT
Dan sekarang kita cuman bisa mengirim doa untuk ibu terbaik di dunia yang pernah aku punya dan tidak akan tergantikan dengan siapapun!!
اللهم اغفر لها وارحمها
dan semoga amat dan ibadah beliau diterima di sisiNYA amien ya rabbal alamina..


0 komentar :

Posting Komentar