Kamis, 13 September 2012 | By: Qadhar Gultom

KECEWA

Bismillah Rahmanirrahim

Alhamdulillah sampe detik ini saya masih bisa menghirup udara kota ini, nikmatnya tidur diatas kasur yang empuk. Terimaksih Banyak Ya Allah hanya dengan bersyukur yang dapat saya panajatkan kepada MU sebagai ucapan terimaksih.
" Kecewa " memang kata inilah yang saya rasakan jika mengingat masa almarhumah ibunda tercinta berpulang kepangkuan NYA, kenapa tidak pondok yang saya bangga-banggakan tidak mau datang untuk sekedar ikut menyolatkan Almarhumah saya tidak minta lebih kepada mereka hanya satu kata "menyolatkan" itupun tidak bisa mereka lakukan. Memang bener untuk apa saya sesali yang sudah berlalu, memang bener tapi hal ini belum dapat saya terima sampai detik ini. saya belum bisa menerima dengan akal sehat saya.
 Jadi dulu selama saya di pondok setiap ada yang meninggal baik di kawasan pondok dan keluarga dari santri atau pegawai dari pondok pasti akan didatangi minimal hanya menyolati sejauh apapun tempat itu dan tepat saat itu datang ke saya apakah mereka datang hanya untuk membantu orang tua saya hanya sebatas do'a yang saya minta tidak lebih. Dan saya sempat memaklumi ketika itu mungkin tidak ada orang yang mengabri mereka tapi setelah saya tanya temen saya yang juga temen saya di Pondok bilang kalau dia sudah menghubungi guru di sana. bahkan sampai hari yang lama satupun tidak ada yang berbela sungkawa ada salah apa saya kepada pondok sehinggal ketika saya butuh mereka, mereka tidak mau datang hanya sebatas do'a yang saya harapkan tidak lebih ust/utszah. apa memang sudah banyak salah saya sehinggal kalian tidak mau membantu saya ketika saya dalam kondosi yang sulit ada sebenarnya yang terjadi? apa terlalu besar salah saya kepada pondok sehingg hal ini terjadi??? kenapa kenapa??
 Tapi masa-masa sulit itu sudah berlalu tidak ada gunanya juga saya selali tapi butuh waktu untuk saya dalam menerima semua ini. Dan semoga ini hanya kesalah pahaman saja. semoga ini hanya prasangka buruk saya pribadi saja. Semoga saya bisa menganggap mereka kembali menjadi bagian terbaik dalam hidup saya.
Semoga .........Semoga dan semoga..
Read More coy!

Tidak ada istilah "Sahabat Sejati"

 Sahabat sejati ?? apa an itu ?? ya memang tidak ada yang namanya sahabat sejati dalam hidup ini, memang banyak orang yang bilang semua orang bisa jadi temen tapi tidak semua temen bisa dijadikan "sahabat" karena dalam hidup ini tidak ada yang namanya sahabat sejati. Kata orang sahabat itu ada disaat kita butuh. Bagiku itu semua adalah omong kosong.
 Ya kenapa tidak bagi saya tidak ada yang namanya sahabat sejati dalam hidup saya ini, hanya Tuhan yang bisa menjadi sahabat sejati saya. saya bukan hanya omong belaka membuat postingan ini, ini semua butuh proses.
 Ada waktu-waktu tertentu yang mana saya butuh orang untuk membantu saya seminimal mungkin saya mereka bisa mendengarkan saya tapi kalau bisa saya berharap lebih dari itu, saya berharap mereka yang awalnya saya anggap "SAHABAT SEJATI" hanya bisa mendengarkan dan tidak bisa membatu lebih tapi saya selalu ingin menjadi sahabat bagi mereka walaupun meraka tidak melakukan hal yang sama pada saya, memang bener kita jadi manusia tidak boleh pamrih. Tapi yang namanya manusia ya tetap aja ada hal-hal seperti itu. karena setiap saya berbagi kepada mereka mereka hanya mendengar tidak mau lebih dalam kata lain mereka tidak mau rugi sama sekali tapi ketika saya seneng mereka datang kepada saya meng-isyaratkan "mari kita nikmati kesenangan ini bersama-sama" tapi ketika kita susah mereka menjauh dan seolah berkata "selamat menikmati derita anda sobat!!".
Hal inilah yang saya alami dalam pergaulan hidup ini oleh karen itulah saya hanya berbagi ketika saya senang saja apabila saya dalam kondosi buruk saya akan berusaha untuk mencari solusi sendiri. tapi ini semua hanyalah menurut saya. dan semoga pendapat saya ini hanya pemikiran yang salah total. Semoga "Sahabat Sejati" itu memang bener-bener ada
AMIENNNNN

Read More coy!

Rabu, 05 September 2012 | By: Qadhar Gultom

رسالة مفتوحة إلى شخص خاص

Bismillahi Rahmanirrahim

Alhamdulillah sampai saat ini saya masih bisa menghirup udara segar kota kembang ini, oiya mumpung masih suasana Syawal. Saya memohon maaf kalau selama ini banyak salah "Minal aidin wal  faidzin Mohon maaf lahir dan bathin 1433 H"
Oke kembali ke masalah postingan ini, postingan ini berisikan surat untuk teman/sahabat ku yang spesial.
 Bismillahi Rahmanir Rahim
Assalamu alaikum sobat
Ya Allah lindungilah sahabat ku yang membaca surat ini kasihanilah dia, limpahkanlah rahmat MU kepada dia.
Shobat bagaimana kondisi mu disana sobat? saya harap kamu dalam kondisi yang good lah, saya sedih akhir-akhir ini kenapa kamu tiba-tiba menjadi berubah sama aku? (why). Lebaran kemaren mungkin hal yang paling seneng karena akhirnya bisa membuat kamu tersenyum kam, aku senang bisa mengajak kamu jalan-jalan i'm so happy. Aku berharap kamu juga demikian, sorry aku tak sempat pamitan untuk berangkat ke pulau orang ini, kamu mungkin sudah tau bagaimana perasaan aku sama kamu, sebenarnya aku sangat kecewa pas tau kamu sudah sama yang lain, dilain pihak juga aku seneng karena karena bisa melihat kamu tersenyum.
Mungkin kamu tau kalau aku sempat suka sama kamu bahkan sampe detik aku menulis postingan ini, tapi tenang aku pengen lupain semua itu, aku heran kenapa setelah hari-hari itu kamu cuek sama aku, maafin kalau aku ada salah sama kamu.
sebenarnya pas sebelum aku ke pulau orang ini aku ingin merayakan ultah kamu dengan berbagai cara yang sudah aku rancang, tapi pas hari itu aku lihat kamu lagi sibuk pas aku sms kamu juga cutek ga tau apa yang salah sama aku, sekali lagi maafin aku ya shob.
kalau kamu masih kurang paham dengan dengan isi kalimat-kalimat ku ini, intinya sih cuman satu aku minta maaf kalau selama ini telah banyak mengganggu ketenangan kamu OK.
sorry kalau selama ini sering bilang ke kamu kalau aku masih suka sama kamu tenang aja aku sedah menganggap kamu sebagai temen yang terbaik ku.
Shobat..! aku mencintai mu hanya sebatas temen walaupun tidak bisa memiliki mu.
Shobat..! aku menyayangimu sebagai temen terbaikku walaupun tidak bisa lebi.
Shobat . .! Shobat . .! shobat . .!
Wassalam . . .
Read More coy!