Kamis, 06 Desember 2012 | By: Qadhar Gultom

Pulang Kampoeng

 Pulang kampung adalah hal yang dicita-citain oleh semua orang, apalagi para perantau. Banyak hal yang ingin dilakukan di kampung halaman mulai dari mengenang masa kecil, ketemu dengan orang-orang yang kita sayangi, sungguh ini yang membuat setiap perantau jadi penyemangat pulang kampung.
 
 Tapi hal ini sudah tidak aku dapatkan dalam hidup ku ini, bukti nya setiap aku pulang ke kampung halaman apa yang mau aku kangenin? temen-teman masa kecil waduh mereka sudah entah kemana? teman sekolah? wah aku lama di pondok dan kebanyakan bahkan semua dari mereka ada bukan orang yang sekampung dengan ku. apa yang mau aku rindukan? orang tua dan keluarga memang adalah jwaban yang tepat sayang nya keluarga ku cuman ayah saja yang bisa aku rindukan. Ibu ku yang sebenarnya ibu ku lah yang ingin aku rindukan. tapi harapan tinggal harapan benar kata orang - orang tidak baik meratapi orang yang sudah mendahului kita, maafkan anak mu ini ibu.

 Setiap aku pulang kampung ke rumah ya aku hanya bisa, tidur, makan nonton sesekali kelaur ntah siapa yang akan aku ajak jalan-jalan setidaknya nongkrong dan sejenis nya. aku masih merasa seperti orang baru di kampung ku sendiri, mungkin ini diakibatkan sudah lama tidak tinggal di kampung dulu semasa kecil ibu hanya menyuruhku untuk belajar dengan semangat ya sebagai anak yang berbakti kepada orang tua apa lagi seorang ibu dan aku hanya bisa sekolah belajar dan sekolah, bisa dibilang aku lah dari sekian anak ibu dan ayah yang tidak mengenal cangkul beda dengan kakak dan abang- abang ku mereka semau diajarakan cara menyangkul dengan benar dan baik. (weleh udah kayak eyd aja).

 Kegiatan ku setiap harinya bangun pagi makan pagi kalau kata orang sarapan namanya, berangkat ke sekolah, dan pulang dari seklah belajar ngaji sampe sore setealh sore habis magrib aku belajar begitu lah siklus hidup ku, aku senang dan sangat senang dulu memang aku hanya menjalani ini semua tapi setelah aku jauh dari mereka semua baru aku menyadari kenapa ibu,ayah dan kakak-kakak ku menyuruh ku belajar belajar dan belajar, aku baru menyadari setelah aku beranjak dewasa dan jauh kepada mereka. hanya satu yang ingin aku ucapkan kepada mereka "Terima Kasih Buat ini Semua".

Kembali ke Pulang kampung setelah aku melewati semua ini, aku disekolahkan ke pondok dan hanya keluar 2 kali dalam satu tahun karena pondok ku tidak terlalu jauh setiap pulang liburan aku hanya bisa bertapa depan TV karena kalau aku keluar ust-ust berkeliaran dimana-mana. begitu lah sampe tahun ke enam di pondok, dan tak terasa sudah enam tahun. Dan setelah taman dari pondok keluarga nyuruh langsung bertolak ke bandung, sungguh singkat waktu ku di kapung halaman sendiri sampe-sampe ada orang tua yang bilang "kamu siapa?" sungguh pertanyaan yang aneh aku yang hampir 20 tahun jadi orng kampung situ masih banyak yang tak kenal sama aku sungguh ini hal yang membuat aku pilu.

Inilah penyebabnya aku tidak terlalu senang kalau balik kampung, dulu masih ada ibu dan ayah sekarang tinggal ayah, dan ayah pun sering keluar jarang maen sama aku. aku rindu dulu disayangi sama ibu, ayah, abang, kakak dan semua-muanya tapi benar kata abang ku "kamu sudah dewasa bukan anak kecil lagi". banyak orang bilang aku itu sombong  yach ini lah kata orang kampung ku sama aku yach this my life senang ga senang kudu dilewati dengan senyuman. Doa ku cuman satu "semoga kampung halaman ku bersahabat dengan ku sendiri" BISMILLAH

0 komentar :

Posting Komentar