Minggu, 21 September 2014 | By: Qadhar Gultom

Jakarta (Jaya dan Karta)

2012 tepat nya di tanggal 20 September aku dengan teman ku menetapkan ingin mengadu nasib di ibu kota negara ini, kalau kata orang jakarta itu adalah ibu kota yang ga ada tandingan nya bahkan kekejaman ibu tiri sekali pun.

Kalau dipikir-pikir jakarta ini tidak kejam, memang penduduk nya banyak yang baik, tapi lebih banyak yang pura-pura baik, yang pintar mah banyak banget tapi yang pura-pura pintar dan menyalah gunakan kepintaran nya lebih banyak, hari ini genap sudah aku di tahun ke 2 di ibu kota ini, memang jika dibandingin dengan orang-orang lain aku termasuk beruntung diberikan orang-orang yang sangan care sama aku. Ya Alhamdulillahm bisa dibilang saya pejuang seorang diri di ibu kota ini. kalau orang bertanya kenapa mau di ibu kota kan bisa di kampung atau minimal kota yang dekat dengan kampung halaman lah, atau mungkin tinggal bersama kaka, abang dan keluarga lain nya. bukan aku tak mau, aku tidak mau terlalu nyaman dengan manja mereka sama aku. iya bener semua abang atau kakak pasti menyayangi semua adek nya apalagi aku adalah anak paling kecil dari 9 bersaudara.tapi ya semua orang punya prinsip masing-masing dan ini lah jalan yang aku pilih, nanti juga aku juga mau tua didekat orang-orang yang aku sayangi lah.

kalau orang bertanya mau sampai kapan akan tetap begini? yach aku juga ga bisa jawab yang penting aku jalani saja hidup ini yang penting kalau kata bapaj ust mah jalani hidup ini nikmati dan resapi yang penting jangan lupa sama Allah.

Perjuangan di jakarta ini sedap-sedap gimana gitu..
susah nya ada, senang nya ada, tapi yachh gitu lah
udahlah sekian dulu nge-blog ini yaaaa yang penting nikmati saja jalan ini kawan..
bismillah ..
Read More coy!